Makna dan Pengertian Agama

Judul : Menjadi Cendikiawan Muslim; Kuliah Islam di Perguruan Tinggi

Pengarang : DR. KH Zakky Mubarak, MA

 

Hingga saat ini, banyak orang yang memeluk agama A atau B atau C namun tidak megetahui dan memahami apa makna dan pengertian dari agama itu sendiri. Mereka hanya mengikuti ajaran suatu agama, tetapi bingung jika ada orang yang bertanya mengenai arti agama. Padahal, sebenarnya kita harus mengetahui dulu apa makna dan pengertian dari agama. Dari hal tersebut, DR KH Zakky Mubarak membahas mengenai makna dan pengertian agama.

Pengertian agama menurut bahasa dapat diartikan dari berbagai teori. Jika kita tinjau dari bahasa Sansekerta, pengertian agama dapat menghasilkan dua arti yang berbeda. Pertama, agama berasal dari kata a yang berarti tidak dan gama yang berarti kacau. Sehingga agama dapat diartikan tidak kacau. Maksud dari arti tersebut adalah agama berfungsi mengatur kehidupan manusia dan menetapkan hukum-hukum dalam kehidupan ini. Oleh karena itu, agama dapat memberikan ketenteraman dan menjauhkan kita dari kekacauan. Kedua, agama berasal dari kata gam yang mempunyai arti pergi. Namun, setelah mendapat imbuhan dan akhiran a, pengertiannya menjadi jalan. Maksud dari arti tersebut adalah agama adalah jalan yang ditempuh manusia untuk  mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat

Dalam dunia pesantren, pengertian agama berasal dari bahasa Arab yang diambil dari kata aqama al-din, yang berarti melaksanakan dan menunaikan ajaran agama. Agama diterjemahkan dengan kata religion dari bahasa Inggris, religere dari bahasa latin, yakni ketetapan yang mengatur hubungan manusia dengan yang Maha Kudus (Allah SWT) dan disebut dengan hubungan vertikal. Menurut bahasa Indonesia, agama diartikan sebagai sistem, prinsip kepercayaan kepada Tuhan, dengan ajaran kebaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan tersebut. (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1999: 10).

Karena banyak kesulitan dalam memahami pengertian agama, beberapa ahli mengalihkan hal tersebut kepada pengertian dari orang yang beragama. Salah satu ahlinya adalah Mircea Eliade yang di dalam bukunya “The Sacred and The Profane” mengatakan ”A Religious man is one who recognizes the essential differences between the sacred and the profane and prefer the sacred”. Artinya adalah “seseorang beragama adalah orang yang menyadari perbedaan-perbedaan pokok antara yang suci dan yang biasa (profane), serta mengutamakan yang suci.” (HM. Rasjidi, 1974: 48)

Pengertian agama dalam Al-Qur’an disebut dengan kata “al-millah” yang berarti aturan tertentu yang ditetapkan dalam rangka mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan sesamanya dan hubungan manusia dengan makhluk lain, dan kata “al-din” yang disebut hubungan vertikal dan horizontal.

Dari penjelasan mengenai pengertian agama di atas, kita dapat mengambil kesimpulan, yakni pengertian agama hanya mendasarkan pada aturan antara hubungan manusia dengan Tuhan, sedangkan pengertian agama dalam Al-Qur’an lebih menjelaskan dengan detail, yakni mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan sesama, dan hubungan manusia dengan makhluk lainnya.

(**84043-FKUI’10)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s