RAGAM PENELITIAN

Penelitian Ilmiah adalah suatu proses pemecahan masalah dengan menggunakan prosedur yang sistematis, logis, dan empiris sehingga akan ditemukan suatu kebenaran
Hasil penelitian ilmiah adalah kebenaran atau pengetahuan ilmiah, Penelitian ilmiah yang selanjutnya disebut penelitian atau riset (research) memiliki cirri sistematis, logis, dan empiris. Sistematis artinya memiliki metode yang bersistem yakni memiliki tata cara dan tata urutan serta bentuk kegiatan yang jelas dan runtut. Logis artinya menggunakan perinsip yang dapat diterima akal. Empiris artinya berdasarkan realitas atau kenyataan. Jadi penelitian adalah proses yang sistematis, logis, dan empiris untuk mencari kebenaran ilmiah atau pengetahuan ilmiah.
Sumbangan penelitian kepada ilmu pengetahuan dan tekhnologi adalah dari suatu penelitian akan dihasilkan fakta-fakta empiris, pengujian kebenaran konsep, beberapa proposisi dan beberapa teori.
Metode penelitian merupakan cara ilmiah yang digunakan untuk mendapatkan data dengan tujuan tertentu. Cara ilmiah berarti kegiatan itu dilandasi oleh metode keilmuan. Metode keilmuan ini merupakan gabungan antara pendekatan rasional dan empiris. Terdapat beragan penelitian antara lain :

1. Penelitian Historis
Menerapkan metode pemecahan yang ilmiah dengan pendekatan historis. Proses penelitiannya meliputi pengumpulan dan penafsiran fenomena yang terjadi di masa lampau untuk menemukan generalisasi yang berguna untuk memahami, meramalkan atau mengendalikan fenomena atau kelompok fenomena. Penelitian jenis ini kadang-kadang disebut juga penelitian dokumenter karena acuan yang dipakai dalam penelitian ini pada umumnya berupa dokumen. Penelitian historis dapat bersifat komparatif, yakni menunjukkan hubungan dari beberapa fenomena yang sejenis dengan menunjukkan persamaan dan perbedaan; bibliografis, yakni memberikan gambaran menyeluruh tentang pendapat atau pemikiran para ahli pada suatu bidang tertentu dengan menghimpun dokumen-dokumen tentang hal tersebut : atau biografis, yakni memberikan pengertian yang luas tentang suatu subyek, sifat dan watak pribadi subyek, pengaruh yang diterima oleh subyek itu dalam masa pembentukan pribadinya serta nilai subyek itu terhadap perkembangan suatu aspek kehidupan.
Ciri-ciri :
(1) Penelitian historis lebih tergantung pada data yagn diobservasi orang daripada yang diobservasi oleh peneliti.
(2) Penelitian historis haruslah tertip-ketat, sistematis dan tuntas
(3) Penelitian historis tergantung pada dua macam data yaitu data primer dan data dekunder.
(4) Untuk menentukan bobot data bisa dilakukan dua macam kritik yaitu kritik ekternal dan kritik internal, kritik ekternal menanyakan ”apakah dokumen data itu otentik”, sedang kritik internal menanyakan ”apakah data itu otentik, apakah data itu akurat dan relevan”.
(5) Cara pendekatan historis harus lebih tuntas dalam mencari informasi dari sumber yang luas. Pendekatan historis juga menggali informasi yagn lebih tua dari pada yang umum dituntut dalam penelahan kepustakaan dan menggali bahan-bahan yagn tidak diterbitkan yang tidak dikutip dalam bahan acuan yang standar.
Langkah-langkah pokok :
(1) Definisikan masalah, ajukan pertanyaan-pertanyaan berikut kepada diri sendiri, apakah pendekatan historis merupakan yagn terbaik bagi masalah yag sedang digarap, apakah data penting yagn mungkin diperlukan mungkin didapat, apakah hasilnya nanati mempunyai cukup kegunaan.
(2) Rumuskan tujuan penelitian dan, jika mungakin, rumusan hipootesis, ygna akan memberi arah dan fokus bagi kegiartan peneliti itu.
(3) Kumpulkan data dengan selalu mengingat perbedaan antara sumber primer dan sekunder.
(4) Evaluasi data yang diperoleh dengan melakukan kritik eksternal dan internal.
(5) Tuliskan laporan

2. Penelitian Deskriptif
Adalah penelitian tentang fenomena yang terjadi pada masa sekarang. Prosesnya berupa pengumpulan dan penyusunan data, serta analisis dan penafsiran data tersebut. Penelitian deskriptif dapat bersifat komparatif dengan membandingkan persamaan dan perbedaan fenomena tertentu; analitis kualitatif untuk menjelaskan fenomena dengan aturan berpikir ilmiah yang diterapkan secara sistematis tanpa menggunakan model kuantitatif; atau normatif dengan mengadakan klasifikasi, penilaian standar norma, hubungan dan kedudukan suatu unsur dengan unsur lain.
Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dirancang untuk memperoleh informasi tentang status suatu gejala saat penelitian dilakukan. Lebih lanjut dijelaskan, dalam penelitian deskriptif tidak ada perlakuan yang diberikan atau dikendalikan serta tidak ada uji hipotesis sebagaimana yang terdapat pada penelitian eksperiman.
Penelitian deskriptif mempunyai karakteristik-karakteristik yaitu :
(1) penelitian deskriptif cendrung menggambarkan suatu fenomena apa adanya dengan cara menelaah secara teratur-ketat, mengutamakan obyektivitas, dan dilakukan secara cermat.
(2) tidak adanya perlakuan yang diberikan atau dikendalikan, dan
(3) tidak adanya uji hipotesis.
Beberapa jenis penelitian deskriptif, yaitu;
(1) Studi kasus, yaitu, suatu penyelidikan intensif tentang individu, dan atau unit sosial yang dilakukan secara mendalam dengan menemukan semua variabel penting tentang perkembangan individu atau unit sosial yang diteliti. Dalam penelitian ini dimungkinkan ditemukannya hal-hal tak terduga kemudian dapat digunakan untuk membuat hipotesis.
(2) Survei. Studi jenis ini merupakan studi pengumpulan data yang relatif terbatas dari kasus-kasus yang relatif besar jumlahnya. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan informasi tentang variabel dan bukan tentang individu. Berdasarkan ruang lingkupnya (sensus atau survai sampel) dan subyeknya (hal nyata atau tidak nyata), sensus dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori, yaitu: sensus tentang hal-hal yang nyata, sensus tentang hal-hal yang tidak nyata, survei sampel tentang hal-hal yang nyata, dan survei sampel tentang hal-hal yang tidak nyata.
(3) Studi perkembangan. Studi ini merupakan penelitian yang dilakukan untuk memperoleh informasi yang dapat dipercaya bagaimana sifat-sifat anak pada berbagai usia, bagaimana perbedaan mereka dalam tingkatan-tingkatan usia itu, serta bagaimana mereka tumbuh dan berkembang. Hal ini biasanya dilakukan dengan metode longitudinal dan metode cross-sectional.
(4) Studi tindak lanjut, yakni, studi yang menyelidiki perkembangan subyek setelah diberi perlakukan atau kondisi tertentu atau mengalami kondisi tertentu.
(5) Analisis dokumenter. Studi ini sering juga disebut analisi isi yang juga dapat digunakan untuk menyelidiki variabel sosiologis dan psikologis.
(6) Analisis kecenderungan. Yakni, analisis yang dugunakan untuk meramalkan keadaan di masa yang akan datang dengan memperhatikan kecenderungan-kecenderungan yang terjadi.
(7) Studi korelasi. Yaitu, jenis penelitian deskriptif yang bertujuan menetapkan besarnya hubungan antar variabel yang diteliti.

3. Penelitian Perkembangan
Penelitian perkembangan menyelidiki pola dan proses pertumbuhan atau perubahan sebagai fungsi dari waktu.
Kekhususan:
(1) Memusatkan perhatian pada ubahan-ubahan dan perkembangannya selama jangka waktu tertentu. Meneliti pola-pola pertumbuhan, laju, arah, dan urutan perkembangan dalam beberapa fase.
(2) Penelitian ini umumnya memakai waktu yang panjang atau bersifat longitudinal. Dan biasa dilakukan oleh peneliti ahli dengan fasilitas cukup.
Ciri-ciri :
(1) Penelitian perkebangan memusatkan pada studi mengenai variabel-variabel dalam perkembangannya selama beberapa bulan maupiu tahun
(2) Masalah smpling dalam studi longtiudinal adalah komplek karena terbatasnya subjek yang dapat di ikuti dalam waktu yang relatif lama.
(3) Studi-studi cross-sectional biasanya meliputi subjek lebih banyak tetapi mencandra faktor-faktor pertumbuhan yang lebih sedikit dari pada studi longitudinal.
(4) Studi-studi kecenderungan mengandung kelemahan bahwa fakto-faktor yagn tidak dapat di ramalkan mungkin masuk dan memodifikasi atau membuat kecenderungan yang didasarkan masa lampau menjadi tidak sah.
Langkah-langkah Pokok :
(1) Devinisikan masalahnya atau ru,uskan tujuan-tujuannya.
(2) Lakukan penelaahan untuk menentukan garis dasar informasi yang ada dan memperbandingkan metodologi-metodologi penelitian.
(3) Rancangakan cara pendekatan
(4) Kumplkan data
(5) Evaluasi data yang terkumpul
(6) Susunan mengenai hasil evaluasi tersebut

4. Penelitian Kasus dan Penelitian lapangan
Penelitian kasus memusatkan perhatian pada suatu kasus secara intensif dan terperinci mengenai latar belakang keadaan sekarang yang dipermasalahkan.
Kekhususan :
(1) Subjek yang diteliti terdiri dari suatu kesatuan ( unit ) secara mendalam, sehingga hasilnya merupakan gambaran lengkap atau kasus pada unit itu. Kasus bisa terbatas pada satu orang saja, satu keluarga, satu daerah, satu peristiwa atau suatu kelompok terbatas lain.
(2) Selain penelitian hanya pada suatu unit, ubahan-ubahan yang diteliti juga terbatas, dari ubahan-ubahan dan kondisi-kondisi yang lebih besar jumlahnya, yang terpusat pada spek yang menjadi kasus. Biasanya penelitian ini dengan cara longitudinal.
Ciri-ciri :
(1) Penelitian kasus adalah penelitian yang mendalam mengenai unit sosial tertentu yang hasilnya merupakan penelitian yang lengkap dan terorganisasi.
(2) Dibanding dengan metoden survei dtudi kasus cenderung untuk meneliti jmlah unit yang terkecil tetapi mengenai variabel dan kondisi yang jumlahnya besar.
Keunggulan :
(1) Penelitian ini sangat berguna untuk informasi latar belakang guna perencanaan penelitia yang lebih besar.
(2) Data yang diperoleh dari penelitian kasus memberikan contoh yang berguna untuk memberi ilustrasi mengenai penemuan yang di ilustrasikan dengan statistik.
Kelemahan :
(1) Karena faktornya yang terbatas pada unit-unit yagn sedikit jumlahnya, penelitian kasus itu terbatas sifat representatifnya.
(2) Penelitian kasus terutama sangat peka terhadap keberatsebelahan subjektif.
Langkah-langkah pokok :
(1) Rumuskan tujuan-tujuan yagn akan dicapai.
(2) Rencanakan cara pendekatannya
(3) Kumpulkan data
(4) Organisasikan data dan informasi yang diperoleh
(5) Sususun lapaorannya dengan sekaligus mendiskusikan makan hasil tersebut.
5. Penelitian Korelasional
Penelitian korelasional bertujuan melihat hubungan antara dua gejala atau lebih. Misalnya, apakah ada hubungan antara status sosial orang tua siswa dengan prestasi anak mereka.
Ciri-ciri :
(1) Cocok dilakukan bila variabel-variabel yang diteliti rumit.
(2) Studi macam ini memungakinkan pengukuran beberapa variabel dan saling berhubungan.
(3) penelitian korelasional cenderung banyak kelemahan.
Langkah-langakah pokok :
(1) Definisikan masalah
(2) Lakukan penelaahan kepustakaan
(3) Rancangkan pada pendekatannya
(4) Kumpulkan data
(5) Analisis data yang telah terkumpul dan buat interpretasinya
(6) Tuliskan laporan

6. Penelitian Kausal-Komparatif
Penelitian untuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat antara faktor tertentu yang mungkin menjadi penyebab gejala yang diselidiki.
Misalnya : sikap santai siswa dalam kegiatan belajar mungkin disebabkan banyaknya lulusan pendidikan tertentu yang tidak mendapat lapangan kerja.
Kekhususan :
(1) Pengumpulan data mengenai gejala yang diduga mempunyai hubungan sebab akibat itu dilakukan setelah peristiwa yang dipermasalahkan itu telah terjadi (penelitian bersifat ex post facto).
(2) Suatu gejala yang diamati, diusut kembali dari suatu faktor atau beberapa faktor pada masa lampau.
Keunggulan-keunggulan :
(1) Metode kausal-komparatif adalah baik untuk berbagai keadaan kalau metode yang lebih kuat, yaitu metode eksperimental, tak dapat digunakan ketika: a) Apabila tidak selalu mungkin untuk memilih, mengontrol dan memanipulasikan faktor-faktor yang perlu untuk menyelidiki hubungan sebab-akibat secara langsung.b) Apabila pengontrolan terhadap semua variabel kecuali variabel bebas sangat tidak realistis dan dibuat-buat, yang mencegah interaksi normal dengan lain-lain variabel yang berpengaruh.c) Apabila kontrol di laboratorium untuk berbagai tujuan penelitian adalah tidak praktis, terlalu mahal, atau dipandang dari segi etika diragukan/ dipertanyakan.
(2) Studi kausal-komparatif menghasilkan informasi yang sangat berguna mengenai sifat-sifat gejala yang dipersoalkan: apa sejalan dengan apa, dalam kondisi apa, pada perurutan dan pola yang bagaimana, dan yang sejenis dengan itu.
(3) Perbaikan-perbaikan dalam hal teknik, metode statistik, dan rancangan dengan kontrol parsial, pada akhir-akhir ini telah membuat studi kausal-komparatif itu lebih dapat dipertanggungjawabkan.
Kelemahan-kelemahan :
(1) Kelemahan utama setiap rancangan ex post facto adalah tidak adanya kontrol terhadap variabel bebas. Dalam batas-batas pemilihan yang dapat dilakukan, peneliti harus mengambil fakta-fakta yang dijumpainya tanpa kesempatan untuk mengatur kondisi-kondisinya atau memanipulasikan variabel-variabel yang mempengaruhi fakta-fakta yang dijumpainya itu. Untuk dapat mencapai kesimpulan yang sehat, peneliti harus mempertimbangkan segala alasan yang mungkin ada atau hipotesis-hipotesis saingan yang mungkin diajukan yang dimungkinkan mempengaruhi hasil-hasil yang dicapai. Sejauh peneliti dapat dengan sukses membuat justifikasi kesimpulannya terhadap alternatif-alternatif lain itu, dia ada dalam posisi yang secara relatif kuat.
(2) Adalah sulit untuk memperoleh kepastian bahwa faktor-faktor penyebab yang relevan telah benar-benar tercakup dalam kelompok faktor-faktor yang sedang diselidiki.
(3) Kenyataan bahwa faktor penyebab bukanlah faktor tunggal, melainkan kombinasi dan interaksi antara berbagai faktor dalam kondisi tertentu untuk menghasilkan efek yang disaksikan, menyebabkan masalah menjadi sangat kompleks.
(4) Suatu gejala mungkin tidak hanya merupakan akibat dari sebab-sebab ganda, tetapi dapat pula disebabkan oleh sesuatu sebab pada kejadian tertentu dan oleh lain sebab pada kejadian lain.
(5) Apabila saling hubungan antara dua variabel telah diketemukan, mungkin sulit untuk menentukan mana yang sebab dan mana yang akibat.
(6) Kenyataan bahwa dua atau lebih faktor saling berhubungan tidaklah selalu memberi implikasi adanya hubungan sebab-akibat. Kenyataan itu mungkin hanyalah karena faktor-faktor tersebut berkaitan dengan faktor lain yang tidak diketahui atau tidak terobservasi.
(7) Menggolong-golongkan subjek ke dalam kategori dikotomi (misalnya: golongan pandai dan golongan bodoh) untuk tujuan pembandingan, menimbulkan persoalan-persoalan, karena kategori-kategori seperti itu bersifat kabur , bervariasi dan tidak mantap. Seringkali penelitian yang demikian itu tidak menghasilkan penemuan yang berguna.
(8) Studi komparatif dalam situasi alami tidak memungkinkan pemilihan subjek secara terkontrol. Menempatkan kelompok yang telah ada yang mempunyai kesamaan dalam berbagai hal kecuali dalam hal dihadapkannya pada kepada variabel bebas adalah sangat sulit.
7. Penelitian Eksprimental Sungguh
Tujuan penelitian eksperimen sungguhan adalah: untuk menyelidiki kemungkinan saling hubungan sebab-akibat. Dengan cara mengenakan kepada satu atau lebih kelompok eksperimantal satu atau lebih kondisi perilakuan yang membandingkan hasilnya dengan satu atau lebih kelompok control yang tidak di kenai kondisi perlakuan.
Ciri-ciri Experimantal Designs :
(1) Menuntut pengaturan variable-variabel dan kondisi-kondisi experimental secara tertib-ketat, baik dengan control atau manipulasi langsung maupun dengan randomisasi
(2) Secara khas mengunakan kelompok control sebagai garis besar, untuk dibandingkan dengan kelompok-kelompok yang dikenai perlakuan experimental
(3) Memusatkan usaha pada pengontrolan varians :
a. Untuk memaksimalkan varians variable yang berkaitan dengan hipotesis penelitian.
b. Untuk meminimalkan varians variable pengganggu atau yang tidak di inginkan yang mungkin mempenggaruhi hasil exsperiment tetapi yang tidak menjadi tujuan penelitian
c. Untuk meminimalkan varians kekeliruan atau varians rambang, termasuk apa yang disebut kekeliruan pengukuran. Penyelesaian terbaik : pemilihan subyek secara rambang, penempatan subyek dalam kelompok-kelompok secara rambang, penentuan perlakuan eksperimental kepada kelompok secara rambang
(4) Internal validity adalah sine qua non untuk rancangan ini dan merupakan tujuan pertama metode experimental,
(5) Tujuan kedua metode experimental adalah external validity, yang penelitian ini ada beberapa jauh hasil-hasilnya dapat digenerlisasikan kepada subyek-subyek atau kondisi-kondisi yang semacam.
(6) Dalam Rancangan experimental yang klasik, semua variable penting diusahakan agar konstan kecuali variable perlakuan yang secara sengaja dimanipulasikan atau dibiarkan bervariasi.
(7) Walaupun cara pendekatan eksperimental itu adalah yang paling kuat karena cara itu memungkinkan untuk mengontrol variable-variabel yang relevan, namun cara ini juga paling restriktif dan dibuat-buat. Ciri inilah yang merupakan kelemahan utama kalau metode ini digunakan kepada manusia dalam dunianya , karena manusia sering dibuat lain apabila tingkahlakunya dibatasi secara artificial, dimanipulasikan atau diobserfasi secara sistematis atau di evaluasi.

8. Penelitian Ekperimental Semu
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi yagn merupakan perkiraan bagi informasi yang dapat di peroleh dengan eksperimen.
Ciri-ciri :
(1) Penelitian ini secara khas mengenai kadaan praktis yang didalamnya adalah tidak mungakin untuk mengontrol semua variable yang relevan kecuali dari beberapa variable tersebut.
(2) Perbedaan antara penelitian eksperimental-sungguhan dari peneliti eksperimental-semu adalah kecil, terutam akalau yang digunakan sebagai subjek adalah manusia.
(3) Walaupun penelitian tindakan dapat mempunyai status eksperimen-semu, namun seringkali penelitian tersebut sangat tidak formal, sehingga perlu diktagori sendiri.
Langkah-langkah pokok :
(1) Lakukan survei kepustakaan yang relevan bagi masalah yang akan digarap
(2) Identifikasi dan devinisikan masalah
(3) Rumuskan hipotesis, berdasarka atas penelaahan kepustakaan
(4) Definisikan pengertian-pengertian dasar dan variabel-variabel utama
(5) Susun rencana eksperimen
(6) Laksanakan eksperimen
(7) Atur data kasar untuk mempermudah analisis selanjutnya
(8) Terapkan tes signifikasi untuk menentukan taraf signifikan hasilnya.
(9) Buat interpretasi mengenai hasil testing

9. Penelitian Tindakan
Penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan baru untuk mengatasi kebutuhan dalam dunia kerja atau kebutuhan praktis lain. Misalnya, meneliti keterampilan kerja yang sesuai bagi siswa putus sekolah di suatu daerah.
Kekhususan :
(1) Dipersiapkan untuk kebutuhan praktis yang berkaitan dengan dunia kerja.
(2) Penelitian didasarkan pada pengamatan aktual dan data tingkah laku. Menyiapkan program kerja untuk pemecahan masalah.
(3) Bersifat fleksibel, dapat diadakan perubahan selama proses penelitian bila dianggap penting untuk pembaruan ( inovasi ).
Ciri-ciri :
(1) Praktis dan langsung relevan untuk situasi aktual dalam dunia kerja
(2) Menyediakan rangka-rangka yang teratur untuk memecahkan masalah dan pekembangan-perkembangan baru yang lebih baik dari pada pendekatan imprisionistik dan frakmentaris.
(3) Fleksibel dan adaptif.
(4) Tujuannya situasional sampelnya terbatas dan tidak representatif dan kontrol terhadap variabel bebas sangat kecil.
Langkah-langakah penelitian :
(1) Definisikan masalahnya atau tetapkan tujuannya
(2) Lakukan penelelaahan kepustakaan.
(3) Rumuskan hip[otesis atau srategi pendektan.
(4) Aturlah research setting-nya jelaskan prosedur-prosedurnya
(5) Tentukan kriteria evaluasi.
(6) Analisis data yang terkumpul dan evaluasi hasilnya.
(7) Tuliskan laporannya.

(dikutip dari berbagai sumber)

One response to “RAGAM PENELITIAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s